Tapi kebanyakan orang lebih memilih mundur karena mengikuti rasa jenuh itu, mereka kalah dengan rasa jenuh yang datang untuk menguji seberapa kuat kita mampu bertahan untuk menunggu. Sulit memang memisahkan rasa jenuh dengan menunggu, 2 kata itu saling berkaitan satu sama lain. Jadi, sekuat apapun kita untuk memungkiri dan memisahkan 2 kata itu, hasilnya akan tetap sama. SULIT.
Menunggu seseorang layaknya kita menunggu orang yang terlambat datang sama sama menjenuhkan tapi..... (berbeda). Kenapa??!
Karena jika kita menunggu seseorang yang terlambat datang itu pasti orang tersebut akan datang tapi dalam keadaan orang tersebut terlambat. Beda halnya dengan menunggu someone special, kita tidak tau pasti dia akan kembali atau bahkan bisa saja dia pergi. Tapi kata kembali itu malah mempunyai arti ambigu. Kembali untuk kita atau kembali untuk memberi kekecewaan. Entahlah.....
Memang sulit mencari orang yang benar benar setia dan tulus menunggu, hanya ada sepersekian persen saja. Mungkin perbandingannya 3:100. Karena tidak semua orang mampu bertahan dalam keadaan (menunggu). Malah terkadang orang yang benar benar tulus menunggu malah dikecewakan. Jadi, jika ada orang yag benar benar tulus menunggu maka kita adalah orang yang beruntung, karena tidak semua orang sanggup untuk menunggu, meskipun yang ditunggu adalah kekasihnya sendiri. Dan orang yang setia menunggu itu adalah orang orang yang hebat. Karena ia mampu menepis rasa jenuhnya dan tetap bertahan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar