Sabtu, 05 Oktober 2013

Penantian yang Tak Berujung

Rasanya ingin aku akhiri semua ini, ingin aku berhenti dalam penantian ini, ingin dan ingin. Tapi entah mengapa hanya ingin dan ingin tak kunjung kulakukan. Apa mungkin karena rasa cintaku yang tulus terhadapmu yang mengalahkan rasa inginku dan menghalangiku untuk berbuat seperti itu? atau mungkin karena... ah tak penting.

Tapi hati ini sakit, sakit sekali jika harus terus menahan rindu yang tak kunjung terobati. Aku tak memintamu untuk datang dan berada disanpingku, aku pun tak memintamu untuk melakukan hal apapun, permintaanku cukup sederhana, aku hanya ingin kau memdengarkan setiap keluh kesahku dan memperhatinkan ku itu saja. Jika kau tetap tidak bisa, aku bisa apa?? yang aku bisa hanya menanti, menunggu dan mengeluh seorang diri tanpa ada tanggapan dari mu. Sakit memang, hanya diingat saat waktu luangmu saja, seolah olah kau mengkesampingkan aku dan menganggap aku hanyalah pajangan semata yang hanya dilihat dan diperhatikan saat waktu santai saja saat kau sibuk dan tak ada waktu jangankan untuk memperhatikan melihatnya saja pun kau enggan.

Dan seperti biasa, malamku seperti malam malam sebelumnya. Tanpamu. Iya, ibarat malam tak berbintang. Kau tau malam tak berbintang itu seperti apa? Saat malam tak berbintag, hanya ada kegelapan dan seberkas cahaya rembulan yang sayup sayup tanpa adanya kerlip bintang. Apakah malam seperti itu indah? Tentu saja tidak! Dan seperti itulah gambaran diriku disaat kau tak ada entah kemana.

Jika kau tahu diri, kau tidak akan membiarkan aku melalui hari hari dengan malam yang seperti itu, malam yang hanya ada cahaya rembulan yang sayup sayup seperti enggan bersinar. Mungkin itu bisa menggambarkan dirimu disana yang engga memberi kabar. Cobalah sedikit untuk lebih peka terhadap perasaan seseorang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar